TEKA-TEKI PKS

PKS dan Iklan Soeharto

Banyak orang mempertanyakan mengapa PKS mengklaim dirinya sebagai partai dakwah. Bahkan ada yang mengatakan kalau PKS ingin berdakwah, mengapa harus bikin partai?

Silakan berdakwah di masjid-masjid, di surau-surau atau di mushala-mushala. Tidak usah ikut-ikutan maju ke panggung politik. Pemahaman ini sering dikemukakan oleh para pengamat maupun politisi. Mereka menganggap PKS salah kaprah ketika ikut di kancah politik.
Baca selebihnya »

PKS Ambil Untung dari Gus Dur?

PKS Ambil Untung dari Gus Dur?

Mampukah PKS mengambil ‘keuntungan’ dari ajakan golput Gus Dur kepada warga nahdliyin? Bisakah warga tradisional nahdiyin beralih ke PKS? Tidakkah PKS bertentangan bahkan memusuhi kultur nahdliyin?

Beberapa kalangan ‘menilai’ idiologi dan kultur PKS tidak sejalan dengan kultur tradisional nahdiyin. Sehingga harapan PKS menggaet warga nahdliyin hanya mimpi di siang bolong. Saya sendiri tidak tahu sumber data dan fakta yang mereka gunakan.

Namun demikian, tanpa harus membuka motif politik para ‘pengamat’ ini, nyatanya penilaian tanpa studi lapangan ini terbukti bertolak belakang dengan kenyataan empiris di kantong-kantong nahdliyin.

Tergelitik dengan komentar-komentar yang seolah-olah ada jurang yang jauh antara PKS dan kultur tradisional, saya melakukan field study kecil-kecilan.

Saya berharap akan ada peneliti profesional yang melakukan studi serius terhadap topik ini sehingga bangsa kita terbiasa dengan ‘komentar ilmiah’ dan menghilangkan budaya gosip.

Dengan dana dan kemampuan terbatas, studi lapangan yang saya lakukan terbatas hanya menyoroti satu lokasi. Lokasi yang saya pilih adalah Desa Srimartani yang terletak di kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul propinsi DI Yogyakarta. Alasan pemilihan lokasi ini karena Desa Srimartani mayoritas warganya kalangan nahdliyin. Bahkan ada dua pesantren tradisional nahdliyin di desa ini.

Sebagai daerah dengan mayoritas warga nahdliyin, pengurus DPRa PKS Srimartani (tingkat desa) ternyata digawangi oleh kader-kader nahdliyin. Sebagai Ketua PKS ranting Rusdi Martono warga nahdliyin Dusun Tambalan, sekretaris Eko Heri warga nahdliyin Dusun Mojosari dan bendahara Haryadi warga nahdliyin Dusun Sanansari. Dan walaupun mereka sekarang aktif di PKS, kultur tradisional nahdliyin tetap melekat.

Dari hasil wawancara tatap muka, mereka menyatakan kalau tidak pernah ada arahan dari struktur maupun ‘ustadz-ustadz’ PKS agar meninggalkan tradisi nahdliyin seperti tahlilan, qunut maupun sholat tarawih 23 rakaat.

Bahkan yang ada adalah imbauan untuk tetap menjalankan tradisi nahdliyin dengan tetap menjaga ukhuwah umat Islam tanpa terjebak pada perbedaan khilafiyah. Karena kalau terjebak pada masalah-maslah klasik seperti itu maka kita akan melupakan problem yang lebih besar seperti kemiskinan, pendidikan dan kesehatan.

Kultur tradisional ini bahkan bukan hanya bisa dilihat dari perilaku kader dan pengurus PKS Srimartani yang tetap menjalankan tradisi nahdliyin, tapi juga bisa ditilik dari program dan aksi resmi kepartaian. Di antara program DPRa PKS Srimartani adalah tahlilan untuk keluarga kader atau simpatisan yang meninggal dunia. Seperti yang sudah dilakukan di dusun Umbulsari dan Rejosari beberapa waktu yang lalu. Program lain adalah kajian kitab kuning bersama Kyai Fauzan Ahmad.

Dengan bimbingan Kyai muda nahdliyin ini pengurus DPRa PKS Srimartani mengkaji kitab Nashaihul Ibad. Kitab klasik tentang akhlak karya Imam Nawawi Al-Bantani ini merupakan kitab ‘wajib’ di pesantren-pesantren nahdliyin.

Itu semua memang hanya fakta kecil yang belum sampai derajat ilmiah, namun paling tidak diatas derajat gosip yang sering dilontarkan secara tidak bertanggung jawab. Harapan saya akan ada penelitian ilmiah yang komprehensif dari para peneliti profesional.

Ali Abdurabbih, aliabdurabbih@yahoo.co.id

Lembaga Survei, Preman intelektual?

Lembaga Survei, Preman intelektual?

Presiden SBY menyorot tajam kinerja lembaga Survei. Menurut presiden banyak lembaga survei yang tidak kredibel dan bekerja sesuai pesanan. Artinya hasil survei sudah ditentukan sebelumnya sesuai dengan kebutuhan kliennya. Hasil survei ini kemudian dilansir kepada publik melalui media. Tujuannya adalah pencitraan dan mempengaruhi opini publik.
Baca selebihnya »

Lembaga Survei Kian Bias

Lembaga Survei Kian Bias
Di Balik Kisruh Lembaga Survei (1)

INILAH.COM, Jakarta – Wacana Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan akreditasi pada lembaga hitung cepat menimbulkan reaksi perlawanan dari berbagai lembaga survei. Padahal ada kekhawatiran KPU dan publik bahwa lembaga hitung cepat dan lembaga survei menjadi ‘algojo’ penentu opini publik.

Wacana KPU ini ditolak dan ditentang oleh Forum Peneliti Opini Publik (FPOR), gabungan dari peneliti opini publik dari lembaga riset opini publik dan sejumlah peneliti dari universitas di seluruh Indonesia.

Forum ini antara lain beranggotakan Lembaga Survei Indonesia (LSI), Lembaga Survei Nasional (LSN), The Indonesian Institute, dan dan Institute Riset & Development Indonesia.

Sebelumnya Forum (FPOR) itu juga mengecam RUU Pemilu yang memuat aturan lembaga survei tidak boleh mengumumkan quick count dalam hitungan jam setelah pemilu digelar, tapi satu hari setelah penghitungan suara oleh KPU. Aturan itu dianggap berlebihan dan membuka peluang terjadinya kecurangan.

Forum itu juga menduga anggota Pansus Penyusunan UU Pemilu tidak mengerti arti quick count. Alasan bahwa saksi-saksi mereka tidak akan gigih lagi setelah mengetahui hasil quick count, dianggap tidak beralasan. Padahal yang harus dijujung tinggi adalah kepentingan publik luas, bukan internal calon atau parpol.

KPU dan masyarakat menilai kredibilitas lembaba-lembaga survei dalam menjalankan fungsinya kian merosot. Sebab sejumlah lembaga survei sudah mengalami disfungsionalisasi dari lembaga yang obyektif, akuntabel, transparan dan kredibel, bergeser menjadi lembaga komersial, berperan ganda dan tak bisa dipercaya.

Publik pun kian meragukan keberadaan sejumlah lembaga survei selama tidak ada perbaikan kualitas lembaga-lembaga survei, meski FPOR itu mengklaim melakukan riset opini publik secara profesional (transparan, akuntabel, ilmiah).

Lembaga survei juga mengaku bekerja berdasarkan kode etik riset opini publik yang berlaku secara universal, yang dirumuskan oleh World Association for Public Opinion Research (WAPOR).

Jika kredibilitas lembaga-lembaga survei jatuh, maka siapa lagi yang masih percaya survei Lingkaran Survei Indonesia, Lembaga Survei Indonesia, Lembaga Survei Nasional, atau Puskaptis?

Kasus survei keempat lembaga dalam konteks Pilkada Provinsi Jatim sudah terbukti membingungkan masyarakat. Banyak media dan publik yang mempertanyakan dan menggugat seiring kecenderungan sosial yang kuat bahwa survei dan jajak pendapat sudah tak layak dipercaya.

Bahwa jika survai-survei LSI Mujani, LSN, LSI Denny, LSN, Indo Barometer dan lainnya tidak lagi kredibel, hanya soal waktu saja lembaga survei akan gulung tikar akibat kehilangan kepercayaan publik dan pasar.

Beberapa solusi agar FPOR tetap kredibel adalah:

Pertama, perbaiki kinerja. Jika FPOR hanya bereaksi menolak tekanan KPU dan publik tanpa solusi yang berarti, maka keberadaan lembaga-lembaga survei tetap menjadi dilema atau bahkan buah simalakama.

Kedua, lembaga-lembaga survei juga tak boleh merangkap sebagai konsultan politik, tim sukses, konsultan iklan, tim kampanye terselubung dan melakukan hidden agenda lainnya yang merugikan kepentingan publik.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa sejumlah lembaga survei dan lembaga hitung cepat gemar ‘merangkap’ sejumlah pekerjaan tadi.

“Apa bedanya mereka dengan ‘centeng politik’?” kata seorang akademisi muda FISIP UI yang enggan disebut namanya.

Perjuangan Dakwah Desember 2008

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

Assalamu’alaikum wr wb
Akan berlangsung 16 Pilkada Kabupaten Kota sepanjang bulan Desember 2008.
Berikut Daerah yang menyelenggarakan pilkada putaran ke-2
Baca selebihnya »

PKS, ‘Unta’ tak Berpunuk

PKS Partai Keadilan Sejahtera Menuju Pemilu 2009

PKS, ‘Unta’ tak Berpunuk

Seolah tidak mengenal kata lelah, unta melayani manusia di mana saja dan kapan saja. Bahkan ketiadaan punuk bukanlah halangan bagi unta untuk memberikan pelayanan terbaik bagi manusia.

Unta sedikitnya dibedakan menjadi dua: unta Asia (jenis Bactrian) dan unta Arab (jenis Dromedary). Keduanya mudah dibedakan dari jumlah punuknya. Unta arab berpunuk satu, sedangkan unta asia berpunuk dua.
Baca selebihnya »

BYARRRR-PEEET, MATI LAMPU TARUSSS!!!

Listrik adalah “kebutuhan pokok” yang wajib dipenuhi. Tanpa listrik segala aktivitas kerja akan terganggu,macet bahkan terhenti. Byar pet, sebentar-bentar mati, sebentar-bentar hidup. Kadang-kadang seharian mati, tapi hidupnya Cuma sebentar. Itulah cuplikan kejadian yang menjadi “rutinitas” masyarakat Barito Timur. Seorang warga di ampah mengelehkan unek-uneknya: “wah alat-alat elektronik rumah tangga saya banyak yang rusak. Gimana ngga rusak, sebentar-bentar nyala e langsung mati lagi. Bisa 5 x dalam sehari. Masa lampu sering mati tetapi tagihan listrik saya melonjak naik dari yang biasanya Rp. 20.000,-/bulan naik menjadi Rp. 35.000,-/bulan, aneh sekali” ujar Mas Abu, sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Itulah sekelumit rintihan warga Barito Timur terhadap kinerja PLN. Memang sungguh ironis, ketika kita terlambat membayar tagihan listrik lalu dikenai denda, akan tetapi jika pelayanan PLN yang sungguh tidak memuaskan, konsumen tidak diberikan kompensasi. Dan yang tak kalah penting dalam hal ini adalah daerah Barito Timur mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah terutama batu bara. Kita ketahui Batu bara mempunyai manfaat sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Tetapi mengapa dengan melimpahnya kandungan batu bara di bumi das barito ini tidak serta merta menjamin kelangsungan pelayanan listrik yang memuaskan bagi para pengguna PLN. Ini merupakan PR yang berat bagi Pemda Barito TImur serta PLN daerah. Ayo Bangkit songsong Barito Timur menjadi daerah yang maju. Jayalah Negeriku, Jayalah Bangsaku

Fenomena artis jadi caleg artis

Seiring dengan maraknya peserta kontes pesta demokrasi tahun 2009,partai-partai politik berlomba-lomba menggunakan ide kreativitasnya guna meraup suara sebanyak banyaknya.
Dunia entartaimenta bak magnet besar bg sebagian masyarakat indonesia yg cendrung menyukai sinetron yg hedonis.oleh sebab itu tak pelak banyak partai menggunakan artis sebagai vote getters.yg menjadi pertanyaan adalah,layakah artis dijadikan aleg suatu partai politik?
Jawabannya beragam,tergantung point of view individual(sudut pandang).
Dari sisi kemampuan akademis,komunikasi massa mungkin prosentasenya berimbang 50:50.memang banyak artis yg kemampuan logikanya kurang dr rata-rata walaupun ada yang lebih,seperti marrisa haque.dalam hak komunikasi,yang paling menonjol adalah tantowi yahya,caleg dari golkar.
Lalu bagaimana dengan pks,apakah tidak mau menarik artis sebagai lumbung suara atau ada metode lain?
Pks dari dahulu sudah terkenal dengan kesolidan para kadernya yg militan dan berdedikasi tinggi.sehingga tidak perlu dirisaukan tentang suara tahun 2009.direct selling adalah salah satu metode untuk meraup suara pemilih.ds merupakan metode yg menggabungkan amal jama’i dan kreativitas individual yg tak lepas dr kolektivitas jamaah.
Sedangkan artis,adalah keunggulan individualis yg tidak memerlukan kebersamaan,dan itu menimbulkan sifat ke-aku-an.
Menurut saya(penulis),sah-sah saja artir jd aleg,tapi masyarakat harus pandai memilih berdasarkan hati nurani.jangan sampai memilih berdasarkan popularitas,yg penting dr anggota dewan adalah moralitas.kita sering melihat dan mendengar berita tentang bobroknya anggota dewan sekarang.jangan pilih artis yang selalu mengumbar seksualitas bahkan pornografi atau pornoaksi.kita ngga mau melihat anggota dewan yang terkena skandal skandal yang memalukan bangsa.
So,pilihlah caleg yang memiliki moralitas yang bagus,serta memiliki integritas dan kompetensi yang memadai.
Jazakallahu khairan katsiran.

Ampah,9 oktober 2008

Agung suparjono

PKS LOLOSKAN SEMUA CALEG

Jakarta,
Hasil pengumuman DCS oleh KPU menempatkan PKS menjadi satu-satunya partai yg meloloskan semua calegnya.hal ini membuat ustadz mabruri selaku koordinator menjadi senang.hal ini dikarenakan oleh pks telah menyiapkan segala sesuatunya dengan matang.PAN serta PDIP,calegnya yg tidak lolos sbanyak 4 orang,demokrat 1 orang.golkar 30 orang.

Alhamdulillah,dpd pks barito timur loloskan 12 dcs.adapun nama2 yg lolos:
Dapil 1:
1.sugiyanto.
2.dining angguni 3.aspul anwar
4.kurniadi.
5.dwining rahmi.
6.ramli.
7.ratna.
Dapil 2:
1.mukhtar abdul rahman.
2.agung suparjono.
3.hj.noorhajati.
4.era frial janrahim.
5.ria

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.